UTS ETIKA BISNIS
Nama : Shella Yulmaniar
Kelas : Manajemen B
NIM : 01218044
Bagian
I JAWABAN KUIS
1. Jelaskan pengertian etika !
Etika adalah sesuatu dimana dan bagaimana cabang utama filsafat yang
mempelajari nilai atau kualitas standar moral dan penilaian. Etika juga biasanya berkaitan dengan kebiasaan-kebiasaan hidup
yang baik, yaitu baik pada diri seseorang maupun pada suatu masyarakat atau
kelompok masyarakat ini berarti etika berkaitan dengan nilai-nilai tata cara
hidup yang baik, aturan hidup yang baik dan semua kebiasaan yang dianut dan
diwariskan secara turun temurun.
2. Jelaskan pengertian etika deontologi. Menurut Immanuel Kant, terdapat
dua kesulitan yang dapat diajukan terhadap teori deontologi, jelaskan dan
bagaimana solusinya ?
Etika deontologi,
suatu tindakan itu baik buka dinilai dan dibenarkan berdasarkan akibat atau
tujuan baik dari tindakan itu, melainkan berdasarkan tindakan itu sendiri
sebagai baik pada dirinya sendiri. Atas dasar itu, etika deontologi sangat
menekankan motivasi, kemauan baik dan watak yang kuat dari pelaku. Atau
sebagaimana dikatakan Immanuel Kant (1734-1804), kemauan baik harus dinilai
baik pada dirinya sendiri terlepas dari apapun juga. Maka dalam menilai seluruh
tindakan kita, kemauan baik harus selalu dinilai paling pertama dan menjadi
kondisi dari segalanya. Ada dua kesulitan yang diajukan terhadap teori
deontologi, khususnya terhadap pandangan-pandangan Kant, Pertama, bagaimana
jadinya apabila seseorang dihadapkan pada dua perintah atau kewajiban moral
dalam situasi yang sama, tetapi keduanya tidak bisa dilaksanakan sekaligus,
bahkan keduanya saling meniadakan. Untuk memecahkan kesulitan pertama ini, Kant
memberi dua hukum moral sebagai perintah tak bersyarat yang sekaligus dapat
menjawab persoalan tersebut diatas. Hukum moral pertama, menurut Kant,
berbunyi: bertindaklah hanya berdasarkan perintah yang kamu sendiri kehendaki
akan menjadi sebuah hukum universal. Kedua, Kant juga mengajukan perintah tak
bersyarat lainnya : bertindaklah sedemikian rupanya sehingga anda sealu
memperlakukan manusia, entah dalam dirimu sendiri atau pada orang lain.
Persoalan kedua, sebagaimana dikatakn John Stuart Mill, para penganut etika
deontologi sesungguhnya ytidak bisa mengelakkan pentingnya akibat dari suatu
tindakan untuk menentukan apakah tindakan itu baik atau buruknya. Dalam
perspektif etika Adam Smith, persoalan ini dapat dipecahkan secara lain.
Menurut Adam Smith, suatu tindakan dapat dinilai baik dan buruk berdasar motif
pelakunya serta akibat atau tujuan dari tindakan itu.
3. Jelaskan pengertian etika teleologi dan aliran – aliran yang ada dalam
teori tersebut !
Etika teleologi
justru mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau
dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh
tindakan itu. Suatu tindakan dinilai baik, kalau bertujuan mencapai sesuatu
yang baik, atau kalau akibat yang ditimbulkannya baik dan berguna. Atas dasar
ini, dapat dikatakan bahwa etika teleologi lebih situasional, karena tujuan dan
akibat suatu tindakan bisa sangat tergantung pada situasi khusus tertentu.
Karena itu, setiap norma dan kewajiban moral tidak bisa berlaku begitu saja
dalam setiap situasi sebagaimana dimaksudkan Kant.
Dua aliran etika
teleologi :
·
Egoisme
Etis Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada
dasarnya bertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri
·
Utilitarianisme,
Utilitarianisme berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”
Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi
manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat
sebagai keseluruhan. Contoh : kewajiban untuk menepati janji
4. Apa yang dimaksud dengan profesi? Apakah perbedaan profesi dengan hoby?
Dan sebutkan ciri – ciri profesi !
Menurut Kamus
Besar Bahasa Indonesia (KBBI), hobi adalah sebuah kesenangan istimewa yang
dilakukan di waktu senggang. KBBI juga menegaskan bahwa hobi tidaklah sama
dengan pekerjaan dan bukan dijadikan sarana untuk mencapai tujuan tertentu.
Kata “profesi” diadaptasi dari bahasa Inggris, yaitu “profession” yang berasal
dari bahasa Latin “professus”. Kedua kata tersebut memiliki arti yang sama,
yaitu mampu atau ahli di bidang tertentu. Mengacu pada asal katanya tersebut
maka pengertian profesi adalah suatu pekerjaan yang membutuhkan keahlian
tertentu yang didapat dari pendidikan tinggi, di mana umumnya mencakup
pekerjaan mental yang didukung dengan kepribadian dan sikap profesional. Ada
beberapa sifat dan karakteristik profesi yang tidak terdapat pada jenis
pekerjaan yang bukan merupakan profesi:
·
Terdapat
keahlian atau pengetahuan khusus yang sesuai dengan bidang pekerjaan, dimana
keahlian atau pengetahuan tersebut didapatkan dari pendidikan atau pengalaman.
·
Terdapat
kaidah dan standar moral yang sangat tinggi yang berlaku bagi para profesional
berdasarkan kegiatan pada kode etik profesi.
·
Dalam
pelaksanaan profesi harus lebih mengutamakan kepentingan masyarakat di atas
kepentingan pribadi.
·
Seorang
profesional harus memiliki izin khusus agar dapat menjalankan pekerjaan sesuai
profesinya.
·
Pada
umumnya seorang profesional merupakan anggota suatu organisasi profesi di
bidang tertentu.
5. Sebutkan dan jelaskan, argument yang menentang dan mendukung mitos
bisnis amoral !
Mitos Bisnis
Amoral: Sebagian besar pendapat mengatakan bahwa bisnis dengan moral tidak ada
hubungannya sama sekali, etika sangat bertentantangan dengan bisnis dan membuat
pelaku bisnis kalah dalam persaingan bisnis, karenanya pelaku bisnis tidak
diwajibkan mentaati norma, nilai moral, dan aturan-aturan yang berlaku dalam
lingkungan bisnis perusahaan. Hal ini yang menyebabkan pendapat diatas belum
tentu benar, bahkan sebagian besar pendapat lain mengatakan bahwa bisnis dengan
moralitas memiliki hubungan yang sangat erat, etika harus dipraktekkan langsung
dengan kegiatan bisnis dan membuat perusahaan bisa bersaing secara sehat karena
memegang komitmen, prinsip yang terpercaya terhadap kode etis, norma, nilai
moral, dan aturan-aturan yang dianggap baik dan berlaku dalam lingkungan bisnis
perusahaan. Sebelum bisnis dijalankan, perusahaan – perusahaan wajib memenuhi
persyaratan secara legal sesuai dengan dasar hukum dan aturan yang berlaku,
tetapi apakah bisnis dapat diterima secara moral.
6. Apa yang dimaksud dengan etika bisnis? Mengapa penting bagi pelaku
bisnis untuk menyadari etika?
Etika bisnis
adalah cara untuk melakukan kegiatan bisnis yang mencakup seluruh aspek yang
berkaitan dengan individu, perusahaan, dan masyarakat. Mengapa pelaku bisnis
penting menyadari etika? Karena, Etika sangat digunakan dalam setiap proses
bisnis yang dilakukan, Kesadaran dan rasa memiliki terhadap apa yang telah
disepakati adalah salah satu usaha menciptakan etika bisnis.
7. Sebutkan dan jelaskan prinsip – prinsip etika bisnis ! Bagaimanakah
caranya agar prinsip – prinsip tersebut dalam dipahami, dihayati dan
diimplementasikan oleh seluruh karyawan perusahaan ?
Ø Prinsip Kejujuran Prinsip kejujuran harus
menjadi dasar penting bagi segala bidang bisnis. Bagi sebagian pebisnis, baik
pengusaha modern maupun pengusaha konvensional menyatakan bahwa kejujuran
merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam bisnis. Secara umum, bisnis yang
berjalan tanpa mengadopsi prinsip kejujuran tidak akan bisa bertahan lama.
Ø Prinsip Integritas Moral Prinsip integritas
moral yang diterapkan dengan baik sangat berguna untuk menjaga nama baik
perusahaan. Selain itu, prinsip ini akan kepercayaan konsumen terhadap.
Penerapan prinsip integritas moral harus dilakukan oleh semua pihak, baik
pemilik bisnis, karyawan, dan manajemen perusahaan.
Ø Prinsip Kesetiaan Prinsip kesetiaan selalu
berkaitan dengan proses menjalankan sebuah bisnis yang dilakukan oleh pekerja,
baik manajemen, atasan, dan bawahannya. Prinsip kesetiaan dapat diterapkan dengan
cara kerja dan keseriusan dalam menjalankan bisnis yang sesuai dengan visi dan
misi perusahaan.
Ø Prinsip Otonomi Prinsip otonomi terkait
dengan sikap dan kemampuan seorang individu dalam mengambil keputusan dan
tindakan yang benar. Dengan kata lain, pelaku bisnis harus bisa membuat
keputusan yang baik dan benar. Selain itu, pebisnis harus hati-hati dalam
memperhitungkan keputusan.
Ø Prinsip Keadilan Prinsip keadilan merujuk
untuk semua pihak yang terlibat dalam bisnis yang memiliki hak untuk mendapatkan
perlakuan yang sama sesuai dengan aturan yang berlaku. Dengan prinsip etika
bisnis ini, semua pihak yang terlibat harus berkontribusi pada keberhasilan
bisnis yang dilakukan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Ø Prinsip Saling Menguntungkan Prinsip saling
menguntungkan berarti bahwa kegiatan bisnis yang dilakukan harus dapat
memberikan manfaat bagi semua pihak. Prinsip saling menguntungkan bukan prinsip
bersyarat seperti semua pihak tidak merasa rugi. Prinsip saling menguntungkan
membutuhkan hak untuk manfaat dari kegiatan bisnis seperti mengakomodasi sifat
dan tujuan bisnis.
8. Apa yang dimaksud dengan code of ethics ?
Pengertian code of etics adalah
sistem norma,nilai dan aturan professional tertulis yang secara tefas
menyatakan apa yang benar dan baik dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi
professional . kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah
,perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari
9. Terdapat beberapa pendapat dari ahli ekonomi tentang konsep keadilan.
Diantaranya ialah konsep keadilan dari Aristoteles, Adam Smith dan John Rawls.
a. Jelaskan konsep keadilan menurut Adam Smith !
b. Jelaskan konsep keadilan menurut John Rawls !
c. Bandingkan perbedaan dan kesamaan konsep keadlian dari ketiga ahli
ekonomi tersebut !
a)
Teori
Smith mengemukakan negatif dari proposisinya tentang ketidakadilan, yang
menyatakan bahwa tindakan menyakitkan yang tidak dimotivasi dengan benar
(yaitu, dengan sengaja) pantas mendapatkan hukuman karena itu adalah objek dari
rasa kebencian yang dibagikan secara luas.
b)
Teori
Rawls tentang keadilan sebagai keadilan menggambarkan masyarakat warga negara
bebas yang memiliki hak dasar yang sama dan bekerja sama dalam sistem ekonomi
egaliter. Ini menyatakan bahwa semua warga negara memiliki hak yang sama atas
kebebasan dasar, yang menurut Rawls, memerlukan kebebasan hati nurani, berekspresi,
berserikat, dan hak demokratis.
c)
Aristoteles
mengakui keadilan adalah jenis kebajikan khusus karena tidak terletak pada
sarana dengan cara yang sama seperti kebajikan seperti, katakanlah, kemurahan
hati. Tidak mungkin memiliki keadilan yang berlebihan. Itu adalah kebajikan
yang mencakup semua dan kebajikan yang memungkinkan. Tidaklah mungkin untuk
bermurah hati jika kemurahan hati kita dicampur dengan ketidakadilan. Tidak
mungkin menjadi berani jika bertindak tidak adil. Pada teori keadilan Aristoteles,
Adam Smith hanya menerima satu konsep atau teori keadilan yaitu keadilan
komutatif. Alasannya, yang disebut keadilan sesungguhnya hanya punya satu arti
yaitu keadilan komutatif yang menyangkut kesetaraan, keseimbangan, keharmonisan
hubungan antara satu orang atau pihak dengan orang atau pihak lain. Rawls
mendefinisikan keadilan sebagai fairness (keadilan sebagai suatu kejujuran),
suatu teori keadilan yang menggeneralisasikan dan mengangkat konsepsi
tradisional tentang kontrak sosial ke level abstraksi yang lebih tinggi.
Selanjutnya Rawls memaparkan dua prinsip keadilan, yaitu liberty dan equality.
Dimana prinsip yang pertama menyatakan bahwa setiap orang mempunyai hak yang
sama atas kebebasan dasar yang paling luas, seluas kebebasan yang sama bagi
semua orang. Prinsip yang kedua menyatakan bahwa ketimpangan sosial dan ekonomi
mesti diatur sedemikian rupa sehingga dapat diharapkan memberi keuntungan bagi
semua orang dan semua posisi dan jabatan terbuka bagi semua orang.
(Bagian II)
Kasus I
Masalah yang timbul dari masalah diatas yaitu pembohongan public
adanya jamu yang “cespleng” padahal jamu itu mengandung bahan kimia
yang berbahaya yang dapat menimbulkan efek yang sangat buruk bagi peminumnya
dan hal itu baru disadari dalam jangka waktu yang lama. Dan trik bisnis yang
dilakukan dengan menjatuhkan harga produk lebih murah, sehingga lebih dapat
menarik pembeli/konsumen. Padahal
bahan bahan yang digunakan untuk jamu tersebut dari bahan kimia yang sangat
berbahaya apalagi jamu tersebut tanpa pengujian dari BPOM yang sangat merugikan konsumen dan sangat
membahayakan bagi yang mengkonsumsinya.
Kasus II
a)
Tindakan yang dilakukan sangat tidak etis dapat
dikatakan tindakan tidak mempunyai rasa pertanggungjawaban sosial (sosial
responsibility) atau dapat dikatakan juga kriminal (kejahatan korupsi) karena
telah mengambil hak bersama untuk menikmati hutan tersebut. hutan juga membantu makhluk hidup bernafas,
Hutan memompa keluar oksigen yang kita butuhkan untuk hidup dan menyerap karbon
dioksida yang kita hembuskan (atau keluarkan).
b)
Karena mereka menganggap bahwa cara tersebut lebih
cepat daripada harus menunggu siklus tahunan El Nino.
c)
Konsekuensi dari kebakaran hutan salah satunya yaitu
Kerugian Ekologis Yaitu berkurangnya luas wilayah hutan, tidak tersedianya
udara bersih yang dihasilkan oleh vegetasi hutan dan hilangnya fungsi hutan
sebagai pencegah erosi dan ketersediaan air bersih.
d)
Maksud dari “Hutan Tidak Terbakar” oleh M.S Kaban
yaitu. Ketika tidak ada gejala alam ekstrem hutan itu tidak akan terbakar
dengan sendirinya kecuali ada yang membakar hutan tersebut.
e)
Menurut saya, Undang-Undang tersebut sudah cukup baik
tetapi dalam hal pelaksanaanya sangat kurang efektif karena, banyak oknum-oknum
pejabat yang bermain dengan perusahaan untuk membackup perusahaan yang
melakukan land clearing dengan cara membakar hutan.
f)
Iya, karena melihat banyaknya kasus yang masih pada
tahap penyelidikan dan sangat jarang mengalami penyelesaian.
g)
Menurut saya mungkin iya bisa efektif dalam mencegah
pembakaran hutan di Indonesia.
Kasus III
1. Mr. Thomas tidak mengindahkan isu kasus
tanggung jawab pada karyawan, hal ini di tandai dengan perbedaan gaji antara
karyawan perempuan dengan laki-laki.
2. Iya, karena Mr. Thomas menekan kinerja karyawannya
dan
juga menyatakan bahwa laba
perusahaan itu bukanlah sikap atau misi yang benar, karena dia telah melanggar
etika atau tidak memikirkan etika yang seharusnya dilakukan di perusahaan/etika
bisnis.
3. Iya, Mr. Thomas mendeskriminasikan wanita
dalam hal perbedaan gaji dan juga sebagai karyawan dikarenakan dengan membedakan uang gaji yang diterima
pria dan wanita (wanita lebih kecil), lebih mengutamakan pekerja laki-laki, dan
mencitrakan wanita dengan tulisan yang ia buat di dinding kantornya.
4. Dilingkungan kerja tidak kondusif karena
terjadi deskriminasi kepada karyawannya. Karena perusahaan mengambil keuntungan
banyak dengan cara menekan kinerja karyawannya dengan proporsi gaji
yang tidak sesuai. Yang lama-kelamaan dapat menyebabkan perusahaan tersebut
mengalami kerugian.
Kasus IV
Permasalahan etis apa yang muncul dalam kasus pemalsuan merek tersebut ?
Permasalahan etis yang muncul yaitu dengan sengaja membeli barang
bajakan yang dapat merugikan negara dengan itu juga tanpa disadari mereka sudah
menjadi seorang pembajak dan menipu publik dengan tindakan tidak etis mereka.